Wayang Ukur

Wayang Ukur, Pembaruan Seni Pakeliran

Ketika wayang dimaknai dengan seni bayang-bayang, barangkali pemahaman itu perlu diaktualisasi. Dan hal itu yang dilakukan oleh almarhum Ki Sukasman yang mengagas lahirnya jenis Wayang Ukur. Sebuah gagasan ‘menyimpang’ dari pementasan wayang kulit pada umumnya. Sebab, dalam konsep Wayang Ukur, kelir (layar-red) bukan difungsikan sebagai pembatas antara dalang dengan penonton tetapi menjadi bagian dari ‘properti’ pementasan. Lebih dari itu, kelir menjadi media untuk menampilkan illustrasi 3 dimensi untuk memperkuat ilustrasi lakon.

.

Pementasan Wayang Ukur Bisma Sang Mahawira, Dalam pementasan yang mengambil lakon “Bisma Sang Mahawira” sejumlah seniman muda Yogyakarta mengemas pementasan Wayang Ukur, dengan sentuhan kekinian sehingga membuat pementasan itu menjadi sangat spektakuler. Selain mempertahankan konsep dalang kolosal, pementasan menggabungkan iringan musik tradisional dengan gamelan kontemporer serta tata lampu yang semakin bervariasi.

Sumber :indonesiaseni.com/seni-pertunjukan/peristiwa-pertunjukan/wayang-ukur-pembaharuan-seni-pakeliran

Like this:

About Bombo Unyil

Anak dirantau, sendiri , disini , di Dunia Maya
This entry was posted in Jenis Wayang and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s