Wayang Kancil

Wayang Kancil diperkenalkan oleh Ki Ledjar Subroto pertama kali pada tahun 1980. Wayang Kancil adalah pertunjukkan seni wayang yang semua tokohnya adalah binatang dengan tokoh utama adalah binatang kancil.

wayang Kancil adalah media dongeng untuk mendidik anak-anak. Namun sayangnya tradisi mendongeng itu sudah dilakukan para orang tua. “Dongeng untuk anak itu sekarang sudah dilupakan orang tua. Padahal untuk mendidik anak itu tidak perlu susah-susah dengan hukuman, cukup dengan bercerita

Ki Ledjar Subroto, pencipta wayang Kancil yang tetap semangat berinovasi

Ki Ledjar Subroto berpose didepan karya mural wayang Sultan Agung di bawah jembatan layang Lempuyangan pada November 2007. (Sumber foto: http://www.flickr.com)


Hingga saat ini Ki Ledjar Subroto tetap konsisten pada jalan berkeseniannya: mencipta wayang Kancil. Ia juga terus mempertontonkannya ke panggung-panggung kecil, menyampaikan nilai-nilai kehidupan pada anak-anak yang menjadi sasaran penontonnya.

Beberapa pecinta seni yang sudah mengoleksi wayang Kancil yang diciptakan Ki Ledjar misalnya Ki Manteb Sudarsono, dalang kondang dari Karanganyar. Ada pula kolektor luar negeri seperti Tym Byard Jones dari University of London Inggris, Dr. Walter Angst dari Kota Salem Jerman, ArnoMozoni-Fresconi dari Hamburt Jerman serta V.M Clara Van Groenendael dari Amsterdam, Belanda.

Sementar museum dalam dan luar negeri yang mengoleksi wayang Kancil adalah Museum Sonobudoyo, Museum Wayang H. Budiharjo, Museum Wayang Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, Ubersee Museum di Bremen Jerman, Tamara Fielding (The Shadow Theater of Java) New York Amerika Serikat, Museum of Anthropology (Dominique Major) di Canada, Museum Westfreis di Hoom Belanda, Museum Tropen di Amsterdam Belanda dan Museum Kantjiel di Leiden Belanda.

Wayang Proklamasi
Inovasi Ki Ledjar tak putus pada penciptaan wayang Kancil. Ia juga telah menciptakan wayang Proklamasi yang bercerita tentang kisah-kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda.
Ki Ledjar Subroto menggubah tokoh-tokoh pejuang tanah air seperti Soekarno-Hatta, Syahrir dan lain-lain termasuk para gubernur jenderal pemerintah kolonial Belanda.

Wayang Sultan Agung
Pada tahun 1987, Ki Ledjar Subroto menciptakan Wayang Sultan Agung yang mengisahkan perjuangan Sultan Agung dalam melawan penjajah Belanda yang dipimpin Jan Pieter Zoon Coen.

Wayang Jaka Tarub
Pada tahun 2004, Ki Ledjar Subroto juga menciptakan Wayang Jaka Tarub untuk keperluan pentas kolaborasi wayang dan kethoprak Yogyakarta. (The Real Jogja/joe)

About Bombo Unyil

Anak dirantau, sendiri , disini , di Dunia Maya
This entry was posted in Jenis Wayang and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s